Sabtu, 13 Agustus 2011

Publikasi Ilmiah Semirata 2011


POTENSI AGERATOCHROMENE DALAM EKSTRAK Ageratum conyzoides SEBAGAI KANDIDAT INHIBITOR PEMBENTUKAN AGEs PADA PATOMEKANISME KOMPLIKASI DIABETES MELLITUS

Hendra Susanto
Laboratorium Fisiologi Hewan
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Malang



ABSTRAK


Diabetes Mellitus menjadi penyakit yang berkaitan erat dengan kelainan pembuluh darah dan jantung (sistem kardiovaskuler). Di negara berkembang juga diprediksi prevalensi DM akan meningkat sampai tahun 2025. Kondisi hiperglikemia menjadi awal untuk pengaktifan 4 jalur komplikasi DM yang mengarah pada komplikasi mikro dan makrovaskuler. Pembentukan AGEs menjadi salah satu jalur penting dalam patogenesis komplikasi DM yang menjadi fokus pada kasus DM. Peningkatan produksi AGEs akan mengaktifkan enzim NADPH oksidase yang memicu peningkatan produksi ROS. Reactive Oxygen Species (ROS) menstimulasi aktivasi NF-kB untuk segera menginduksi ekpresi gen-gen proinflamasi. Hasilnya akan menimbulkan inflamasi kronik yang menjadi kejadian terminal komplikasi DM melalui jalur AGEs. Oleh sebab itu perlu upaya untuk menekan produksi AGEs dengan suatu inhibitor baik suatu molekul sintetik maupun yang berasal dari herbal. Diketahui bahwa tanaman Ageratum conyzoides memiliki kandungan chromene dengan potensi anti AGEs formation yang memiliki kemiripan fungsi dengan obat anti AGEs aminoguanidin. Tanaman herba ini memiliki kandungan chromene yang cukup dominan pada esensial oilnya sehingga kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk kandidat bahan inhibitor pembentukan AGEs. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi senyawa chromene pada tanaman A.conyzoides terhadap penghambatan produksi AGEs, dengan menguji kandungan chromene dalam ekstrak daun A. conyzoides melalui metode GCMS. Penelitian dikembangkan menggunakan metode destilasi untuk memperoleh esensial oil dari ekstrak daun A. conyzoides dan metode Gas Chromatography Mass Spectra (GCMS) untuk menentukan kandungan chromene pada ekstrak daun A. conyzoides. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varian senyawa chromene yang ditemukan pada minyak atsiri hasil ekstrak air daun Ageratum conyzoides varietas Malang selatan adalah Precocene I (7-methoxy-2,2-dimethyl-2-chromene) dan precocene II (6,7-dimethoxy-2,2-dimethyl-2-chromene) dengan persentase kandungan tertinggi senyawa Precocene I (7-methoxy-2,2-dimethyl-2-chromene) dan precocene II (6,7-dimethoxy-2,2-dimethyl-2-chromene) pada sampel dari area Malang selatan adalah 21,86% dan 21,85%.

Keywords: Ageratochromene, AGEs, Diabetes Mellitus, Komplikasi Vaskular

1 komentar: